01. TV 9 lihat
02. TV Dubai lihat
03. TV Al-Jazeera lihat
04. TV CNN Indonesia lihat
05. TV Nasional lihat
06. USEE TV lihat
07. Z Bioskop lihat
08. Star TV online lihat
09. Live News Now lihat
10. Fox News lihat
11. CNN News lihat
12. MSNBC News lihat
13. Fox Busines News lihat
14. T Music lihat
15. Insert TV lihat
16. Z Sport lihat
CV BIRJONAIS
Minggu, 23 Juni 2019
Rabu, 28 November 2018
4 Langkah Awal Agar Uang yang Mengejar Anda
Jika Anda tak
puas dengan kondisi keuangan saat ini, saatnya untuk menggerakkan diri Anda
untuk melakukan perubahan. Anda tentu tak ingin selamanya terlilit utang, atau
memiliki kondisi finansial yang tidak sehat, tanpa tabungan atau dana cadangan.
Penghasilan habis dalam sebulan untuk membayar semua kewajiban, dan tak tersisa
untuk keinginan Anda mengembangkan diri, menjalankan hobi, berkontribusi untuk
aktivitas sosial, atau bahkan mewujudkan rencana bisnis yang sudah lama Anda
simpan.
Valentino Dinsi,
SE, MM, MBA, pendiri Muslimcoach menekankan pentingnya membangun fondasi kuat
dengan perubahan mindset.
“Apa yang Anda tuju itu yang akan Anda dapatkan, karenanya Anda harus spesifik menentukan apa yang dinginkan. Temukan diri Anda, apa sebenarnya yang Anda inginkan dalam hidup. Aktivasikan Reticular Activating System atau RAS, yang berfungsi sebagai kompas dalam diri,” papar Valentino dalam seminar bertema “Entrepreneur in You” yang diadakan oleh Department Group of Magazine.
“Apa yang Anda tuju itu yang akan Anda dapatkan, karenanya Anda harus spesifik menentukan apa yang dinginkan. Temukan diri Anda, apa sebenarnya yang Anda inginkan dalam hidup. Aktivasikan Reticular Activating System atau RAS, yang berfungsi sebagai kompas dalam diri,” papar Valentino dalam seminar bertema “Entrepreneur in You” yang diadakan oleh Department Group of Magazine.
Dalam seminar,
Valentino mengelaborasi bagaimana sikap dan cara berpikir Anda untuk membantu
meraih tujuan atau bahkan menarik uang sebagai salah satu cara memperbaiki
kualitas hidup Anda.
1.
Kemauan belajar dan
mencari mentor
Orang sukses banyak jumlahnya. Buku yang berisi ragam cara menjadi sukses atau kisah sukses seseorang atau perusahaan juga berlimpah. Jika mau belajar, sumber ilmu ini bisa menjadi mentor bagi Anda untuk memulai mengubah keadaan saat ini. Terutama bagi Anda yang merasa terpuruk dengan kondisi finansial dan atau pekerjaan, yang dirasakan stagnan dan tak membuat Anda berkembang dengan potensi yang sebenarnya Anda miliki.
“Hakekat belajar adalah bertanya dan meminta jawaban”. Pertanyaan adalah jawaban. Belajarlah dengan mentor, tanyakan bagaimana bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, dan belajarlah dari cerita dan pengalamannya. Saya selalu menanyakan hal itu kepada mentor dan bahkan meminta untuk menjadi murid orang-orang sukses ini,” aku Valentino yang mengaku belajar dari kesuksesan Bob Sadino.
Orang sukses banyak jumlahnya. Buku yang berisi ragam cara menjadi sukses atau kisah sukses seseorang atau perusahaan juga berlimpah. Jika mau belajar, sumber ilmu ini bisa menjadi mentor bagi Anda untuk memulai mengubah keadaan saat ini. Terutama bagi Anda yang merasa terpuruk dengan kondisi finansial dan atau pekerjaan, yang dirasakan stagnan dan tak membuat Anda berkembang dengan potensi yang sebenarnya Anda miliki.
“Hakekat belajar adalah bertanya dan meminta jawaban”. Pertanyaan adalah jawaban. Belajarlah dengan mentor, tanyakan bagaimana bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, dan belajarlah dari cerita dan pengalamannya. Saya selalu menanyakan hal itu kepada mentor dan bahkan meminta untuk menjadi murid orang-orang sukses ini,” aku Valentino yang mengaku belajar dari kesuksesan Bob Sadino.
2.
Aktivasi RAS dengan
menuliskan apa yang Anda inginkan
Reticular Activating System atau RAS merupakan bagian dari otak yang bisa menggerakkan semangat atau motivasi untuk melakukan sesuatu. RAS, dikatakan Valentino, seperti kompas yang akan membantu Anda mendapatkan tujuan yang telah spesifik Anda tetapkan. Apapun yang Anda inginkan, kata Valentino, cobalah tuliskan di atas kertas, dan tidak disimpan saja di dalam pikiran. Menuliskan keinginan Anda sama dengan mengaktivasi RAS dalam otak. Dalam seminar, Valentino meminta peserta menuliskan deretan keinginan dengan judul utama, “10 hal yang akan saya miliki sebelum saya mati”. Coba saja ambil selembar kertas berukuran A4, lalu tuliskan judul tersebut, dan mulailah menuliskan apa yang selama ini Anda inginkan. “Lipat kertas hingga berukuran kecil dan kantongi”. Anda sedang menuliskan masa depan untuk diri sendiri. Selama ini Anda sibuk memikirkan orang lain, jadi berikan waktu untuk diri sendiri, setidaknya dengan menuliskan apa yang ingin Anda miliki,” tuturnya. Ia mencontohkan, anak usia delapan tahun di Amerika menuliskan lebih dari 200 keinginan, dan pada usia 53 tahun, 100 persen yang ditulisnya menjadi kenyataan. Hal serupa juga terjadi pada Valentino, yang menuliskan rencana spesifik tentang target pencapaiannya sejak usianya 17-18 tahun. Hingga kini 70-80 persen daftar keinginannya terpenuhi.
Reticular Activating System atau RAS merupakan bagian dari otak yang bisa menggerakkan semangat atau motivasi untuk melakukan sesuatu. RAS, dikatakan Valentino, seperti kompas yang akan membantu Anda mendapatkan tujuan yang telah spesifik Anda tetapkan. Apapun yang Anda inginkan, kata Valentino, cobalah tuliskan di atas kertas, dan tidak disimpan saja di dalam pikiran. Menuliskan keinginan Anda sama dengan mengaktivasi RAS dalam otak. Dalam seminar, Valentino meminta peserta menuliskan deretan keinginan dengan judul utama, “10 hal yang akan saya miliki sebelum saya mati”. Coba saja ambil selembar kertas berukuran A4, lalu tuliskan judul tersebut, dan mulailah menuliskan apa yang selama ini Anda inginkan. “Lipat kertas hingga berukuran kecil dan kantongi”. Anda sedang menuliskan masa depan untuk diri sendiri. Selama ini Anda sibuk memikirkan orang lain, jadi berikan waktu untuk diri sendiri, setidaknya dengan menuliskan apa yang ingin Anda miliki,” tuturnya. Ia mencontohkan, anak usia delapan tahun di Amerika menuliskan lebih dari 200 keinginan, dan pada usia 53 tahun, 100 persen yang ditulisnya menjadi kenyataan. Hal serupa juga terjadi pada Valentino, yang menuliskan rencana spesifik tentang target pencapaiannya sejak usianya 17-18 tahun. Hingga kini 70-80 persen daftar keinginannya terpenuhi.
3.
Jawab pertanyaan ini
spesifik, sebenarnya Anda ingin menjadi apa?
Hal inilah yang terjadi pada Bill Gates seperti dikisahkan Valentino dalam seminar. Pria terkaya nomor dua tahun 2010 versi majalah Forbes ini tahu sejak awal ingin menjadi apa. Karenanya ia keluar dari Harvard dan fokus dengan bisnisnya. Saat ditanya wartawan mengapa ia keluar dari Harvard, pada saat menerima gelar doktor di universitas ternama ini, Gates menjawab ia tahu ingin menjadi apa dan juga mengetahui keinginan itu tak akan terwujud jika tetap berada di Harvard.” Jadi, sebaiknya mulai kenali diri, sebenarnya Anda ingin menjadi apa? “
Hal inilah yang terjadi pada Bill Gates seperti dikisahkan Valentino dalam seminar. Pria terkaya nomor dua tahun 2010 versi majalah Forbes ini tahu sejak awal ingin menjadi apa. Karenanya ia keluar dari Harvard dan fokus dengan bisnisnya. Saat ditanya wartawan mengapa ia keluar dari Harvard, pada saat menerima gelar doktor di universitas ternama ini, Gates menjawab ia tahu ingin menjadi apa dan juga mengetahui keinginan itu tak akan terwujud jika tetap berada di Harvard.” Jadi, sebaiknya mulai kenali diri, sebenarnya Anda ingin menjadi apa? “
4.
Lakukan yang terbaik dan
kesempatan baik akan menghampiri Anda
Peningkatan kualitas diri perlu terus-menerus diupayakan. Lakukan saja yang terbaik, tanpa disibukkan dengan memikirkan apakah ini adil untuk Anda atau tidak, atau ada hal lain yang bisa menghambat kinerja Anda, kata Valentino. “Keberuntungan akan datang dengan sendirinya kepada orang yang selalu melakukan hal terbaik dengan pekerjaannya, atau dalam hidupnya”. Kesempatan baik akan datang pada waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, lakukan dan berikan hal terbaik dari diri Anda tanpa pamrih. Dan lihat nanti, saat waktunya tiba, kesempatan, keberuntungan bahkan uang, akan membayar kerja keras Anda.
Peningkatan kualitas diri perlu terus-menerus diupayakan. Lakukan saja yang terbaik, tanpa disibukkan dengan memikirkan apakah ini adil untuk Anda atau tidak, atau ada hal lain yang bisa menghambat kinerja Anda, kata Valentino. “Keberuntungan akan datang dengan sendirinya kepada orang yang selalu melakukan hal terbaik dengan pekerjaannya, atau dalam hidupnya”. Kesempatan baik akan datang pada waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, lakukan dan berikan hal terbaik dari diri Anda tanpa pamrih. Dan lihat nanti, saat waktunya tiba, kesempatan, keberuntungan bahkan uang, akan membayar kerja keras Anda.
3 Tips Kerja dengan Maksimal
Jika
anda ingin bekerja dengan maksimal ( hemat waktu, pikiran, tenaga dan biaya )
mungkin tips dibawah ini bisa sedikit membantu anda.
1. Catat
Rencana
kerja yang menumpuk, tidak bisa hanya mengandalkan ingatan semata. Bahkan
hal-hal detail pun harus segera Anda ‘rekam’ begitu terlintas di benak. Jika
tidak, maka ide-ide brilian tersebut akan ‘menguap’ entah kemana.
Hal ini bisa terjadi karena di era infomasi seperti sekarang ini setiap saat pikiran dibajiri oleh data dan informasi yang jumlahnya hampir tak terhingga setiap detiknya. Maka itu, siapkanlah selalu buku catatan saku ke mana pun Anda berada. Jangan sampai ada yang terlewat. Pada intinya “Kerjakan yang anda Tulis dan Tulis yang Anda Kerjakan”
Hal ini bisa terjadi karena di era infomasi seperti sekarang ini setiap saat pikiran dibajiri oleh data dan informasi yang jumlahnya hampir tak terhingga setiap detiknya. Maka itu, siapkanlah selalu buku catatan saku ke mana pun Anda berada. Jangan sampai ada yang terlewat. Pada intinya “Kerjakan yang anda Tulis dan Tulis yang Anda Kerjakan”
2. Tentukan prioritas
Setelah
semua ide dan rencana kerja Anda telah dicatat, langkah berikutnya adalah
membuat daftar prioritas mana yang harus didahulukan untuk dikerjakan dan mana
yang tidak. Semua tergantung dari ‘peran’ Anda. Karena ini menjadi sangat
relevan karena setiap peran memiliki prioritas yang berbeda-beda. Untuk hal-hal
penting di peran Anda sebagai bawahan, belum tentu juga penting ketika Anda
harus berperan sebagai pimpinan atau mitra kerja.
3. Follow up & Review
Buatlah komitmen dalam diri bahwa hari ini Anda harus benar-benar melaksanakan apa yang telah Anda catat di catatan saku tersebut sesuai prioritas dan peran yang telah Anda tetapkan. Lalu, ulangi lagi langkah di atas untuk menangkap ide serta membuat rencana kerja harian Anda.
Buatlah komitmen dalam diri bahwa hari ini Anda harus benar-benar melaksanakan apa yang telah Anda catat di catatan saku tersebut sesuai prioritas dan peran yang telah Anda tetapkan. Lalu, ulangi lagi langkah di atas untuk menangkap ide serta membuat rencana kerja harian Anda.
Selasa, 27 November 2018
Keutamaan Menjadi Pengusaha
Apa Keutamaan atau Keistimewaan Menjadi Pengusaha ?
Mengapa menjadi Pengusaha ? Menjadi pengusaha adalah sebuah
keniscayaan untuk sukses dunia akhirat, bukan hanya karena menjadi pengusaha
penghasilan financial atau keuangan tidak dibatasi, namun yang lebih utama
adalah menjadi pengusaha adalah sunnah Rasulullah SAW yang mulia. Apapun jenis
usahanya, yang terpenting adalah usaha halal dan mejadi manfaat untuk banyak
orang. Apakah anda menjadi pengusaha restoran baso otak paus, pengusaha nasi
goreng sambal iblis, pecel lele jumbo, pedagang tempe atau anda menjadi
pengusaha pabrik mie instan, pengusaha tambang emas, pengusaha waralaba,
pengusaha minyak, pemilik pabrik pupuk, pabrik pesawat, pabrik automotif, atau
pemilik show room mobil, dll. Selama anda berdagang atau bewirausaha, maka anda
adalah pengusaha.
Karena begitu penting bahasan tentang usaha atau bisnis, maka dalam rangka memotivasi diri dan anda semua untuk menjadi pengusaha sukses dunia akhirat, maka kesempatan ini saya sampaikan beberapa keutamaan menjadi pengusaha sebagai berikut :
Karena begitu penting bahasan tentang usaha atau bisnis, maka dalam rangka memotivasi diri dan anda semua untuk menjadi pengusaha sukses dunia akhirat, maka kesempatan ini saya sampaikan beberapa keutamaan menjadi pengusaha sebagai berikut :
1.
Mejadi
Pengusaha Berarti Melaksanakan Sunnah Rasululluh yang Mulia.
Rasulullah adalah Pengusaha Sukses,
yang belajar berdagang sejak usia 13 tahun bersama pamannya seorang pengusaha
yaitu Abu Tholib.
Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik
pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli
yang mabrur.” (HR. Ahmad)
Menjadi Pengusaha Sukses Bukan
berarti hanya demi uang atau kekayaan, tetapi dengan harta yang lebih itu, kita
bisa lebih bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. Nabi Muhammad pun dulu
seorang entrepreneur yang sukses, dan beliau jadikan kesuksesannya untuk
membantu fakir miskin dan siapa saja yang memerlukan. Banyak saudara kita yang
sampai sekarang harus hidup serba kekurangan dan bergantung pada sedekah,
zakat, dan uluran tangan orang lain. Dengan memiliki rejeki yang lebih, maka
kita bisa lebih banyak bersedekah dan beramal. Bukankah tangan di atas lebih
baik daripada tangan di bawah? Bukankah membantu mereka yang kekurangan tidak
cukup hanya dengan doa, tetapi juga tindakan nyata dari kita?
2.
Waktu Untuk
Keluarga Lebih Banyak dan Lebih Dinamis (atur sendiri)
Menjadi wirausaha, Anda akan
memiliki waktu yang fleksibel (tidak terikat). Berbeda dengan jam kantor yang
sudah menetapkan standar jam kerja setiap harinya. Anda juga tak perlu
repot-repot lembur di kantor. Tentu saja ini akan menguntungkan Anda dan
keluarga. Waktu untuk berkumpul bersama keluarga menjadi lebih banyak. Tidak P4
(pergi pagi pulang malam, penghasilan pas pas pasan.
Kita sendirilah yang sebenarnya
berhak memilih apa yang akan kita lakukan. Menjadi pengusaha, memiliki
kebebasan mengatur pilihannya. Bebas, mau buka usaha kuliner, tidak ada yang
melarang, mau buka usaha distro, sah-sah saja asal dia suka dan mampu, mau buka
peternakan, dll apa aja boleh, sesuka kita, sesuai passion dan hobi kita pun
bisa, menyenangkan bukan? Kemudian, kita bebas mengatur waktu kita sendiri.
Tidak harus masuk kantor pagi dan pulang sore seperti yang dilakukan
orang-orang kantoran. Waktu adalah hak prerogatif kita bro. kita bisa atur
waktu bersama keluarga, waktu bersama teman-teman, waktu untuk memenuhi hobi
kita, dan waktu kerja kita dengan bebas saat kita menjadi pengusaha. Semua di
bawah kendali kita. Hal ini tentunya akan terasa sekali saat terjadi hal-hal di
luar dugaan yang mengharuskan kita untuk ‘hadir’ di sana, seperti saat saudara
dekat kita sakit, kita bisa langsung menyediakan waktu untuk membantu, tanpa
ragu-ragu, tanpa prosedur ijin, karena, sekali lagi, kitalah yang mengatur
waktu kita sendiri. Jujur, kebebasan waktu itu nikmat sekali.
3.
Membuka
Kesempatan Kerja
Faktanya, jumlah pengangguran di
negara kita saat ini masih sangat banyak, bahkan lebih dari 15 juta orang. Dari
yang hanya lulusan SD sampai SMA, bahkan lulusan kuliah. Sehingga negara ini
membutuhkan orang-orang yang tidak hanya bisa melamar pekerjaan, tetapi juga
yang sanggup memberi lapangan pekerjaan untuk orang banyak. Mereka para
pengangguran itu perlu hidup yang lebih layak, dalam artian kebutuhan dasar
sebagai manusianya terpenuhi dan aktualisasi dirinya pun terberdayakan. Bukankah
setiap orang berhak atas kehidupan yang lebih baik? Bukankah kesuksesan akan
lebih asyik kalau dicapai bersama-sama dengan orang lain, bukan dicapai
sendirian dan membiarkan orang lain di sekitar kita tidak berdaya? Bukankah
sangat menyejukkan hati ketika kita dapat menghidupi banyak keluarga minimal
menjaga dapur mereka tetap ‘ngepul’ setiap hari?
Apabila bisnis yang dijalani mulai
berkembang, Anda bisa membuka kesempatan kerja bagi siapa saja. Selain dapat
membantu menjalani usaha yang diterapkan, ini dapat menciptakan peluang karir
untuk orang lain. Artinya anda telah memberikan kesejhateraan dan kemanfaatan
untuk orang lain.
4.
Memiliki
Pendapatan Sendiri
Membuka usaha tentunya bisa membantu
Anda memiliki pendapatan sendiri. Dengan begitu, Anda juga bisa membantu
menambah tabungan masa depan bersama-sama. Laba yang didapat malah bisa lebih
besar dari gaji karyawan kantoran yang sudah ditentukan.
5.
Relasi atau
Teman Bisnis Semakin Luas
Menjadi wirausaha memberikan peluang
untuk Anda bertemu dengan orang banyak. Ini juga bisa membantu Anda untuk
menambah relasi. Semakin banyaknetwork (jaringan) kemitraan yang didapatkan
justru bisa membuat usaha yang dijalankan semakin sukses. “banyak teman banyak
rezeki.
6.
Wawasan atau
ilmu Anda Bertambah
Tak hanya relasi dan pendapatan anda
yang bertambah, namun wawasan dan ilmu anda Anda juga akan berkembang dan
bertambah. Misalnya wawasan seputar perkembangan ekonomi dan sosial, atau
wawasan yang berhubungan dengan bisnis. Hal tersebut juga bisa Anda dapatkan
dari orang-orang atau relasi yang ditemui. Bukankah ilmu adalah pintu rezeki,
dan solusi kaya dunia akhirat.
Dengan menjadi pengusaha akan
membentuk karakter yang unik dan menarik, punya wawasan yang luas karena setiap
hari bisa menemui banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Pengusaha diharuskan untuk paham tentang ekonomi, politik, keadaan sosial dan
budaya, kependudukan, kondisi global, dll walaupun sedikit-sedikit, tetapi
holistik. Karakter lain dari pengusaha adalah keberaniannya dalam mengambil
resiko. Mau kemana kita kalau tidak berani ngambil resiko, bahkan tidak berani
ngembil keputusan? Ya akan mandek di tempat saja.
7.
Hobi
Tersalurkan
Usaha sukses dimulai dari bisnis
hobi, misalnya anda hobi memancing, maka anda bisnis membuat pabrik pancingan
atau toko kebutuhan pancingan. Anda suka sepak bola, maka anda membuat bisnis
pabrik bolla atau toko kebutuhan olahraga, dll.
Umumnya pengusaha, berwirausaha
berawal dari hobi. Misalnya memiliki hobi memasak, atau bahkan hobi menjahit,
maka menjadi pengusaha restoran atau fashion. Selain hobi tersalurkan, usaha
yang dijalankan pun terasa lebih ringan. Dari hobi Anda bisa mendapatkan
penghasilan yang banyak. Maka jangan sia siakan hobi anda.
Menjadi entrepreneur itu, sekali lagi, lebih asyik. Mengapa? Kita bisa bebas memakai seluruh potensi yang diri kita miliki saat berwirausaha. Saya yakin, setiap dari kita memiliki potensi dan passion yang tidak hanya satu, tetapi bermacam-macam. Ada seseorang yang suka seni, olahraga, dan hal yang berbau sosial. Ada yang jago akuntansi tetapi juga lihai bermain piano, bahkan suka bertani. Wah, macam-macam, dan akan menjadi sayang saat berbagai keahlian yang kita punya itu pada akhirnya banyak yang harus kita korbankan demi mengejar karir yang menuntut spesialisasi. Contohnya, di dunia kerja, ada seorang karyawan yang pandai masalah keuangan dan sebetulnya punya kemampuan juga di bidang marketing. Saat ia mengusulkan ide-ide marketingnya untuk perusahaan, biasanya bos nya akan berkata, “Anda bekerja di bagian keuangan, masalah marketing sudah ada tim nya sendiri, cobalah fokus pada bidang Anda dahulu.” Walah-walah, repot ya. Itu namanya pembunuhan potensi dan passion. Saat kita punya kemampuan 90 poin tetapi hanya bisa digunakan 40 poin, apa rasanya? Menjadi entrepreneur, kita bisa bebas memberdayakan kemampuan dan kekuatan kita, tanpa ada yang membatasi. Kita punya 100 poin, ya seratus seratus nya kita pakai semua. Bukankah kita harus mensyukuri SEMUA anugerah yang DIA berikan kepada kita?
Info Lengkap Pesantren Unggulan (Islamic Boarding School) SMP Informasi Teknologi Istana Mulia Khusus Putra. Sekolah Islam Berbasis Al-Quran dan Informasi teknologi (Wajib Bawa LapTop). Pesantren bebas bisnis online, bebas berekspresi, bebas menyalurkan bakat, bebas polusi dekat gunung dan laut), bebas biaya bagi yatim dan dhuafa berprestasi.
Langganan:
Postingan (Atom)