Rabu, 28 November 2018

4 Langkah Awal Agar Uang yang Mengejar Anda

Jika Anda tak puas dengan kondisi keuangan saat ini, saatnya untuk menggerakkan diri Anda untuk melakukan perubahan. Anda tentu tak ingin selamanya terlilit utang, atau memiliki kondisi finansial yang tidak sehat, tanpa tabungan atau dana cadangan. Penghasilan habis dalam sebulan untuk membayar semua kewajiban, dan tak tersisa untuk keinginan Anda mengembangkan diri, menjalankan hobi, berkontribusi untuk aktivitas sosial, atau bahkan mewujudkan rencana bisnis yang sudah lama Anda simpan.
Valentino Dinsi, SE, MM, MBA, pendiri Muslimcoach menekankan pentingnya membangun fondasi kuat dengan perubahan mindset.
“Apa yang Anda tuju itu yang akan Anda dapatkan, karenanya Anda harus spesifik menentukan apa yang dinginkan. Temukan diri Anda, apa sebenarnya yang Anda inginkan dalam hidup. Aktivasikan Reticular Activating System atau RAS, yang berfungsi sebagai kompas dalam diri,” papar Valentino dalam seminar bertema “Entrepreneur in You” yang diadakan oleh Department Group of Magazine.
Dalam seminar, Valentino mengelaborasi bagaimana sikap dan cara berpikir Anda untuk membantu meraih tujuan atau bahkan menarik uang sebagai salah satu cara memperbaiki kualitas hidup Anda.
1.      Kemauan belajar dan mencari mentor
Orang sukses banyak jumlahnya. Buku yang berisi ragam cara menjadi sukses atau kisah sukses seseorang atau perusahaan juga berlimpah. Jika mau belajar, sumber ilmu ini bisa menjadi mentor bagi Anda untuk memulai mengubah keadaan saat ini. Terutama bagi Anda yang merasa terpuruk dengan kondisi finansial dan atau pekerjaan, yang dirasakan stagnan dan tak membuat Anda berkembang dengan potensi yang sebenarnya Anda miliki.
“Hakekat belajar adalah bertanya dan meminta jawaban”.  Pertanyaan adalah jawaban. Belajarlah dengan mentor, tanyakan bagaimana bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, dan belajarlah dari cerita dan pengalamannya. Saya selalu menanyakan hal itu kepada mentor dan bahkan meminta untuk menjadi murid orang-orang sukses ini,” aku Valentino yang mengaku belajar dari kesuksesan Bob Sadino.
2.      Aktivasi RAS dengan menuliskan apa yang Anda inginkan
Reticular Activating System atau RAS merupakan bagian dari otak yang bisa menggerakkan semangat atau motivasi untuk melakukan sesuatu. RAS, dikatakan Valentino, seperti kompas yang akan membantu Anda mendapatkan tujuan yang telah spesifik Anda tetapkan. Apapun yang Anda inginkan, kata Valentino, cobalah tuliskan di atas kertas, dan tidak disimpan saja di dalam pikiran. Menuliskan keinginan Anda sama dengan mengaktivasi RAS dalam otak. Dalam seminar, Valentino meminta peserta menuliskan deretan keinginan dengan judul utama, “10 hal yang akan saya miliki sebelum saya mati”. Coba saja ambil selembar kertas berukuran A4, lalu tuliskan judul tersebut, dan mulailah menuliskan apa yang selama ini Anda inginkan. “Lipat kertas hingga berukuran kecil dan kantongi”. Anda sedang menuliskan masa depan untuk diri sendiri. Selama ini Anda sibuk memikirkan orang lain, jadi berikan waktu untuk diri sendiri, setidaknya dengan menuliskan apa yang ingin Anda miliki,” tuturnya. Ia mencontohkan, anak usia delapan tahun di Amerika menuliskan lebih dari 200 keinginan, dan pada usia 53 tahun, 100 persen yang ditulisnya menjadi kenyataan. Hal serupa juga terjadi pada Valentino, yang menuliskan rencana spesifik tentang target pencapaiannya sejak usianya 17-18 tahun. Hingga kini 70-80 persen daftar keinginannya terpenuhi.
3.      Jawab pertanyaan ini spesifik, sebenarnya Anda ingin menjadi apa?
Hal inilah yang terjadi pada Bill Gates seperti dikisahkan Valentino dalam seminar. Pria terkaya nomor dua tahun 2010 versi majalah Forbes ini tahu sejak awal ingin menjadi apa. Karenanya ia keluar dari Harvard dan fokus dengan bisnisnya. Saat ditanya wartawan mengapa ia keluar dari Harvard, pada saat menerima gelar doktor di universitas ternama ini, Gates menjawab ia tahu ingin menjadi apa dan juga mengetahui keinginan itu tak akan terwujud jika tetap berada di Harvard.” Jadi, sebaiknya mulai kenali diri, sebenarnya Anda ingin menjadi apa? “
4.      Lakukan yang terbaik dan kesempatan baik akan menghampiri Anda
Peningkatan kualitas diri perlu terus-menerus diupayakan. Lakukan saja yang terbaik, tanpa disibukkan dengan memikirkan apakah ini adil untuk Anda atau tidak, atau ada hal lain yang bisa menghambat kinerja Anda, kata Valentino. “Keberuntungan akan datang dengan sendirinya kepada orang yang selalu melakukan hal terbaik dengan pekerjaannya, atau dalam hidupnya”. Kesempatan baik akan datang pada waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, lakukan dan berikan hal terbaik dari diri Anda tanpa pamrih. Dan lihat nanti, saat waktunya tiba, kesempatan, keberuntungan bahkan uang, akan membayar kerja keras Anda.

3 Tips Kerja dengan Maksimal


Jika anda ingin bekerja dengan maksimal ( hemat waktu, pikiran, tenaga dan biaya ) mungkin tips dibawah ini bisa sedikit membantu anda.

1.       Catat
Rencana kerja yang menumpuk, tidak bisa hanya mengandalkan ingatan semata. Bahkan hal-hal detail pun harus segera Anda ‘rekam’ begitu terlintas di benak. Jika tidak, maka ide-ide brilian tersebut akan ‘menguap’ entah kemana.
Hal ini bisa terjadi karena di era infomasi seperti sekarang ini setiap saat pikiran dibajiri oleh data dan informasi yang jumlahnya hampir tak terhingga setiap detiknya. Maka itu, siapkanlah selalu buku catatan saku ke mana pun Anda berada. Jangan sampai ada yang terlewat. Pada intinya
“Kerjakan yang anda Tulis dan Tulis yang Anda Kerjakan”
2.       Tentukan prioritas
Setelah semua ide dan rencana kerja Anda telah dicatat, langkah berikutnya adalah membuat daftar prioritas mana yang harus didahulukan untuk dikerjakan dan mana yang tidak. Semua tergantung dari ‘peran’ Anda. Karena ini menjadi sangat relevan karena setiap peran memiliki prioritas yang berbeda-beda. Untuk hal-hal penting di peran Anda sebagai bawahan, belum tentu juga penting ketika Anda harus berperan sebagai pimpinan atau mitra kerja.
3.       Follow up & Review 
     Buatlah komitmen dalam diri bahwa hari ini Anda harus benar-benar melaksanakan apa yang telah Anda catat di catatan saku tersebut sesuai prioritas dan peran yang telah Anda tetapkan. Lalu, ulangi lagi langkah di atas untuk menangkap ide serta membuat rencana kerja harian Anda.

Selasa, 27 November 2018

Keutamaan Menjadi Pengusaha


 Apa Keutamaan atau Keistimewaan Menjadi Pengusaha ?
Mengapa menjadi Pengusaha ? Menjadi pengusaha adalah sebuah keniscayaan untuk sukses dunia akhirat, bukan hanya karena menjadi pengusaha penghasilan financial atau keuangan tidak dibatasi, namun yang lebih utama adalah menjadi pengusaha adalah sunnah Rasulullah SAW yang mulia. Apapun jenis usahanya, yang terpenting adalah usaha halal dan mejadi manfaat untuk banyak orang. Apakah anda menjadi pengusaha restoran baso otak paus, pengusaha nasi goreng sambal iblis, pecel lele jumbo, pedagang tempe atau anda menjadi pengusaha pabrik mie instan, pengusaha tambang emas, pengusaha waralaba, pengusaha minyak, pemilik pabrik pupuk, pabrik pesawat, pabrik automotif, atau pemilik show room mobil, dll. Selama anda berdagang atau bewirausaha, maka anda adalah pengusaha.

Karena begitu penting bahasan tentang usaha atau bisnis, maka dalam rangka memotivasi diri dan anda semua untuk menjadi pengusaha sukses dunia akhirat, maka kesempatan ini saya sampaikan beberapa keutamaan menjadi pengusaha sebagai berikut :
1.      Mejadi Pengusaha Berarti Melaksanakan Sunnah Rasululluh yang Mulia.
Rasulullah adalah Pengusaha Sukses, yang belajar berdagang sejak usia 13 tahun bersama pamannya seorang pengusaha yaitu Abu Tholib.
Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad)
Menjadi Pengusaha Sukses Bukan berarti hanya demi uang atau kekayaan, tetapi dengan harta yang lebih itu, kita bisa lebih bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. Nabi Muhammad pun dulu seorang entrepreneur yang sukses, dan beliau jadikan kesuksesannya untuk membantu fakir miskin dan siapa saja yang memerlukan. Banyak saudara kita yang sampai sekarang harus hidup serba kekurangan dan bergantung pada sedekah, zakat, dan uluran tangan orang lain. Dengan memiliki rejeki yang lebih, maka kita bisa lebih banyak bersedekah dan beramal. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah? Bukankah membantu mereka yang kekurangan tidak cukup hanya dengan doa, tetapi juga tindakan nyata dari kita?
2.      Waktu Untuk Keluarga Lebih Banyak dan Lebih Dinamis (atur sendiri)
Menjadi wirausaha, Anda akan memiliki waktu yang fleksibel (tidak terikat). Berbeda dengan jam kantor yang sudah menetapkan standar jam kerja setiap harinya. Anda juga tak perlu repot-repot lembur di kantor. Tentu saja ini akan menguntungkan Anda dan keluarga. Waktu untuk berkumpul bersama keluarga menjadi lebih banyak. Tidak P4 (pergi pagi pulang malam, penghasilan pas pas pasan.
Kita sendirilah yang sebenarnya berhak memilih apa yang akan kita lakukan. Menjadi pengusaha, memiliki kebebasan mengatur pilihannya. Bebas, mau buka usaha kuliner, tidak ada yang melarang, mau buka usaha distro, sah-sah saja asal dia suka dan mampu, mau buka peternakan, dll apa aja boleh, sesuka kita, sesuai passion dan hobi kita pun bisa, menyenangkan bukan? Kemudian, kita bebas mengatur waktu kita sendiri. Tidak harus masuk kantor pagi dan pulang sore seperti yang dilakukan orang-orang kantoran. Waktu adalah hak prerogatif kita bro. kita bisa atur waktu bersama keluarga, waktu bersama teman-teman, waktu untuk memenuhi hobi kita, dan waktu kerja kita dengan bebas saat kita menjadi pengusaha. Semua di bawah kendali kita. Hal ini tentunya akan terasa sekali saat terjadi hal-hal di luar dugaan yang mengharuskan kita untuk ‘hadir’ di sana, seperti saat saudara dekat kita sakit, kita bisa langsung menyediakan waktu untuk membantu, tanpa ragu-ragu, tanpa prosedur ijin, karena, sekali lagi, kitalah yang mengatur waktu kita sendiri. Jujur, kebebasan waktu itu nikmat sekali.
3.      Membuka Kesempatan Kerja
Faktanya, jumlah pengangguran di negara kita saat ini masih sangat banyak, bahkan lebih dari 15 juta orang. Dari yang hanya lulusan SD sampai SMA, bahkan lulusan kuliah. Sehingga negara ini membutuhkan orang-orang yang tidak hanya bisa melamar pekerjaan, tetapi juga yang sanggup memberi lapangan pekerjaan untuk orang banyak. Mereka para pengangguran itu perlu hidup yang lebih layak, dalam artian kebutuhan dasar sebagai manusianya terpenuhi dan aktualisasi dirinya pun terberdayakan. Bukankah setiap orang berhak atas kehidupan yang lebih baik? Bukankah kesuksesan akan lebih asyik kalau dicapai bersama-sama dengan orang lain, bukan dicapai sendirian dan membiarkan orang lain di sekitar kita tidak berdaya? Bukankah sangat menyejukkan hati ketika kita dapat menghidupi banyak keluarga minimal menjaga dapur mereka tetap ‘ngepul’ setiap hari?
Apabila bisnis yang dijalani mulai berkembang, Anda bisa membuka kesempatan kerja bagi siapa saja. Selain dapat membantu menjalani usaha yang diterapkan, ini dapat menciptakan peluang karir untuk orang lain. Artinya anda telah memberikan kesejhateraan dan kemanfaatan untuk orang lain.
4.      Memiliki Pendapatan Sendiri
Membuka usaha tentunya bisa membantu Anda memiliki pendapatan sendiri. Dengan begitu, Anda juga bisa membantu menambah tabungan masa depan bersama-sama. Laba yang didapat malah bisa lebih besar dari gaji karyawan kantoran yang sudah ditentukan.
5.      Relasi atau Teman Bisnis Semakin Luas
Menjadi wirausaha memberikan peluang untuk Anda bertemu dengan orang banyak. Ini juga bisa membantu Anda untuk menambah relasi. Semakin banyaknetwork (jaringan) kemitraan yang didapatkan justru bisa membuat usaha yang dijalankan semakin sukses. “banyak teman banyak rezeki.
6.      Wawasan atau ilmu Anda Bertambah
Tak hanya relasi dan pendapatan anda yang bertambah, namun wawasan dan ilmu anda Anda juga akan berkembang dan bertambah. Misalnya wawasan seputar perkembangan ekonomi dan sosial, atau wawasan yang berhubungan dengan bisnis. Hal tersebut juga bisa Anda dapatkan dari orang-orang atau relasi yang ditemui. Bukankah ilmu adalah pintu rezeki, dan solusi kaya dunia akhirat.
Dengan menjadi pengusaha akan membentuk karakter yang unik dan menarik, punya wawasan yang luas karena setiap hari bisa menemui banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Pengusaha diharuskan untuk paham tentang ekonomi, politik, keadaan sosial dan budaya, kependudukan, kondisi global, dll walaupun sedikit-sedikit, tetapi holistik. Karakter lain dari pengusaha adalah keberaniannya dalam mengambil resiko. Mau kemana kita kalau tidak berani ngambil resiko, bahkan tidak berani ngembil keputusan? Ya akan mandek di tempat saja.
7.      Hobi Tersalurkan
Usaha sukses dimulai dari bisnis hobi, misalnya anda hobi memancing, maka anda bisnis membuat pabrik pancingan atau toko kebutuhan pancingan. Anda suka sepak bola, maka anda membuat bisnis pabrik bolla atau toko kebutuhan olahraga, dll.
Umumnya pengusaha, berwirausaha berawal dari hobi. Misalnya memiliki hobi memasak, atau bahkan hobi menjahit, maka menjadi pengusaha restoran atau fashion. Selain hobi tersalurkan, usaha yang dijalankan pun terasa lebih ringan. Dari hobi Anda bisa mendapatkan penghasilan yang banyak. Maka jangan sia siakan hobi anda.

Menjadi entrepreneur itu, sekali lagi, lebih asyik. Mengapa? Kita bisa bebas memakai seluruh potensi yang diri kita miliki saat berwirausaha. Saya yakin, setiap dari kita memiliki potensi dan passion yang tidak hanya satu, tetapi bermacam-macam. Ada seseorang yang suka seni, olahraga, dan hal yang berbau sosial. Ada yang jago akuntansi tetapi juga lihai bermain piano, bahkan suka bertani. Wah, macam-macam, dan akan menjadi sayang saat berbagai keahlian yang kita punya itu pada akhirnya banyak yang harus kita korbankan demi mengejar karir yang menuntut spesialisasi. Contohnya, di dunia kerja, ada seorang karyawan yang pandai masalah keuangan dan sebetulnya punya kemampuan juga di bidang marketing. Saat ia mengusulkan ide-ide marketingnya untuk perusahaan, biasanya bos nya akan berkata, “Anda bekerja di bagian keuangan, masalah marketing sudah ada tim nya sendiri, cobalah fokus pada bidang Anda dahulu.” Walah-walah, repot ya. Itu namanya pembunuhan potensi dan passion. Saat kita punya kemampuan 90 poin tetapi hanya bisa digunakan 40 poin, apa rasanya? Menjadi entrepreneur, kita bisa bebas memberdayakan kemampuan dan kekuatan kita, tanpa ada yang membatasi. Kita punya 100 poin, ya seratus seratus nya kita pakai semua. Bukankah kita harus mensyukuri SEMUA anugerah yang DIA berikan kepada kita?

Info Lengkap Pesantren Unggulan (Islamic Boarding School) SMP Informasi Teknologi Istana Mulia Khusus Putra. Sekolah Islam Berbasis Al-Quran dan Informasi teknologi (Wajib Bawa LapTop). Pesantren bebas bisnis online, bebas berekspresi, bebas menyalurkan bakat, bebas polusi dekat gunung dan laut), bebas biaya bagi yatim dan dhuafa berprestasi.